my best spirit in my lives

11 January 2011 at 10:22 (puisi)

Meski,
Telinga ini tak selalu mendengar nashatmu
Meski, mata ini tak selalu melihatmu
Meski mulut ini tak selalu menybut namamu
Meski tangan ini tak selalu memelukmu,
Meski raga ini tak selalu didkatmu.
Tapi hati ini kan selalu untuk mencintaimu, dan roh ini rela mati untuk tetap selalu membuatmu tersenyum.
Setetes air matamu bagai samurai yang memotong2 hati ini. Sakitmu adalah bencana untuk ku. Jika ku diberi catatan untuk menulis siapa orang yang ingin ku bahagiakan tentu namamu dino satu disamping ibuku. Bahkan ku rela mati untuk mu.
I love bapak. Bapak Madina yang selalu buatku bangkit dari keterpurukan. Aku anakmu begitu mencintaimu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: