Logika Mi`raj Nabi

11 January 2011 at 09:49 (Tak Berkategori)

Semua ayat Alquran itu diturunkan mengandung hal-hal yang logis, dapat dicapai oleh pikiran manusia, tetapi ilmu Alquran itu diterangkan kepada orang-orang berilmu disebutkan pada ayat 41/2, malah sudah dipermudah untuk pemikiran, 54/17, terbagi atas dua babak : Muhkamat dan Mutasyabihat, 3/7. Yang Muhkamat yaitu pertunjuk hidup yang mudah dimengerti tersebut pada ayat 2/18S, sedangkan yang Mutasyabihat adalah hal-hal yang susah dimengerti karena dia berupa keterangan tentang pertunjuk dan harus diteliti dengan merangkaikan atau menjalinkannya satu sama lain hingga dengan begitu terdapat pengertian khusus tentang hal yang dimaksudkan. Karena Alquran itu mengandung keterangan tentang seluruh persoalan seperti termaktub pada ayat 16/89 pada mana belum banyak yang sudah ditemui manusia realitanya, maka itu bukan berarti Alquran itu tidak boleh dianalisa tetapi menandakan daya penganalisaan masih sangat rendah. Alquran sengaja diturunkan Allah untuk kepentingan hidup manusia umum, tentunya semua ayat Alquran itu akan difahami maksudnya oleh manusia ramai hanya saja haruslah ditunggu perkembangan peradaban. Sebaliknya orang dapat memakai Alquran itu sebagai titik tolak untuk peningkatan peradaban, tetapi orang ini sedikit sekali karena dia haruslah orang genius beriman yang memiliki daya inisiatif yang besar. Hal ini pernah berlaku dulunya dan akan berlaku lagi di masa mendatang. Walaupun banyak usaha kafir untuk meliputi dan menyelimutinya tetapi sejarah akan membukakan bahwa Mukmin genius tadi telah meningkatkan kesadaran umat untuk peradaban yang lebih tinggi. Ada orang bertanya tentang teknologi, tetapi dia lupa bahwa teknologi adalah urusan manusia. Alquran bukan manusia tetapi mengandung science atau hikmah selaku dasar untuk peningkatan teknologi itu.

Kini ditanyakan dapatkah persoalan Mi’raj dianalisa secara ilmiah, bisakah hal itu dicapai oleh pemikiran manusia? Secara tegas kita jawab: “dapat”, malah bukan saja dapat dianalisakan tetapi juga akan terlaksana di antara manusia ramai pada tahun-tahun mendatang, sesuai dengan maksud ayat 55/33, 15/14, 65/12 dan ayat 84/19. Untuk manusia sebelum Noah dimana diterangkan bahwa mereka telah melakukan penerbangan antar planet berdasarkan ayat 71/25.
Yang menjadi pokok dasar tentang Mi’raj Muhammad sebagai yang terkandung dalam Alquran ialah ayat 17/1; Untuk memahami maksud ayat ini hendaklah dihubungkan dengan maksud ayat-ayat lain. Jarang sekali Alquran memberikan keterangan tentang sesuatu cukup dalam satu baris ayat suci saja, karenanya timbullah pendapat pada para ahli tafsir bahwa suatu ayat haruslah ditafsir dengan ayat lain. Ayat 17/1 ini dapat dihubungkan dengan ayat 17/60, 15/87, 10/39, 53/1 s/d 53/18, 81/23 dan beberapa ayat lainnya. Walaupun maksud ayat 17/1 itu telah kita muat sebelumnya tetapi agar lebih terang, baiklah kita ulangi sekali lagi:
17/1. Mahasuci DIA (Tuhan) yang memperjalankan hambaNYA suatu malam dari Masjidul Haraam (di Makkah) ke Masjidul Aqsha (di Muntaha) yang kami berkahi sekelilingnya (hamba itu) agar Kami perlihatkan kepadanya dari pertanda-pertanda Kami. Bahwa DIA mendengar dan Melihat.
Pada ayat suci ini terdapat beberapa istilah yang harus difahami dengan sesungguhnya tak mungkin diartikan sambil lalu saja. Istilah-istilag itu ialah :

a.       DIA yang memperjalankan. DIA dalam hal ini adalah ALLAH yang menentukan dan yang memperjalankan dengan maksud memi’rajkan atau memberangkatkan Muhammad dari Bumi ini. Dengan itu jelaslah Mi’raj itu bukan kehendak Muhammad sendiri dan bukanlah dengan kepintaran yang ada pada Muhammad, malah dengan keilmuan dan kekuasaan Allah yang memperjalankan.

b.       MEMPERJALANKAN istilah aslinya yaitu ASRAA BI. Dalam ayat 8/70 dan 8/67 terdapat pula istilah “Asraa” yang artinya “tawanan”, berupa kata-benda, noun atau isim. Dengan berbaik sangka kita mengartikan “asraabi” pada ayat 17/1 itu dengan “memperjalankan dalam penjagaan” sebagai kata-kerja, verb atau fi’il. Hal ini dapat dibanding pada maksud ayat 26/52 dimana terdapat istilah yang sama tetapi fi’il amar untuk memperjalankan Bani Israel dengan penjagaan untuk menyeberangi Laut Merah.

Jadi ASRAA dalam ayat 17/1 bukanlah berarti perjalanan antara Makkah dan Palestina, sebagai dikatakan orang, dan dari Palestina dikatakan MI’RAJ sampai ke planet Muntaha, padahal ayat 17/1 tidak menyebut istilah Mi’raj itu. Orang harus mengingat bahwa jarak antara Makkah dan Palestina hanyalah sekira 1.000 mil dan jarak antara Makkah dan Muntaha lebih dari pada 4.000 juta mil. Jika ayat 17/1 menyebut perjalanan yang 1.000 mil saja maka itu berarti perjalanan yang 4.000 juta mil tidak berarti, tetapi hal itu tidak mungkin jadi.Jadi bagaimana persoalan ini sebenarnya? Dalam menceritakan kejadian yang telah berlaku, Muhammad memakai istilah MI’RAJ, artinya NAIK, dari Makkah ke planet Muntaha. Hal ini wajar sekali karena beliau memang telah terbang dari Bumi sebagai planet yang mengorbit di bahagian bawah dalam daerah tatasurya kepada planet yang paling tinggi. Tetapi istilah Mi’raj berarti Naik, hanya sekadar naik, dan istilah itu kurang lengkap karena jarak antara Bumi dan Muntaha sangat jauh di mana terdapat kehampaan yang menyebabkan kematian sebab ketiadaan udara untuk bernafas atau dibentur oleh meteorites yang melayang. Karena itulah ayat 17/1 memakai istilah ASRAA yang artinya “Memperjalankan Dalam Penjagaan”. Dengan memakai istilah itu dapat diyakinkan secara ilmiah bahwa Nabi dalam penerbangannya itu berada dalam keadaan aman, tidak terancam oleh kekurangan udara karena dia dilingkupi oleh suatu berkah yang sekaligus menyelamatkan dia dari benturan meteorites. Jadi, dalam menerangkan penerbangan antar planet itu Nabi memakai istilah Mi’raj sekadar dapat dimengerti oleh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: